Senin, 05 Desember 2016

Jurnal: Etika dan Kejujuran dalam Berpolitik

ETIKA DAN KEJUJURAN DALAM BERPOLITIK  
Prihatin Dwihantoro  
POLITIKA, Vol. 4, No. 2, Oktober 2013 


Abstract 
Talking about the ethics of participating in politics in the life of a nation and a country, we have to admit that nowadays many among the political elite tends to be politicking with ethical dereliction of outstanding statesmanship. An awful lot of the fact that their politicking done without rationality, emotions and putting forward the interests of the group, and does not give priority to the interests of a nation. Politics is not a purely pragmatic nature of case, which concerns only a goal and how to achieve those goals, that can be handled with rationality. Looks more like a political ethics demand that a destination that is selected must be justified by common sense that can be tested, and how to achieve them must be defined can be tested with the moral criteria. Honesty in politics is very important in the efforts to improve the situation of the nation is full of falsehoods. High low moral integrity of a person in politics to determine high low integrity of the personality and the quality of the politicking politicians. With still having our politicians are unscrupulous, allowing us to hope for improvement of politics and morality that are dilapidated.  
Keywords: ethics, politics, honesty

Download di

Jurnal: CORAK BUDAYA BIROKRASI PADA MASA KERAJAAN, KOLONIAL BELANDA HINGGA DI ERA DESENTRALISASI DALAM PELAYANAN PUBLIK

CORAK BUDAYA BIROKRASI  PADA MASA KERAJAAN, KOLONIAL BELANDA HINGGA DI ERA DESENTRALISASI DALAM PELAYANAN PUBLIK  
 Oleh :  Dr. H. M. Nur Hasan, Msi. Dosen Fakultas Tarbiyah IAIN Wali Songo DPK FAI-Unissula Semarang 

ABSTRAK  
Susunan birokrasi pemerintahan tradisional masih diikuti oleh birokrasi kesultanan, yakni dengan membagi urusan pemerintahan menjadi urusan dalam kerajaan dan urusan luar kerajaa. kualitas birokrasi dan aparat yang diharapkan tidak lain adalah terciptanya aparatur pemerintah yang handal, mampu melaksanakan keseluruhan penyelenggaraan pemerintahan umum, pembangunan dan pelayanan masyarakat dengan efisien, efektif dan profesional. Kinerja dapat didefinisikan sebagai tingkat pencapaian hasil atau dengan kata lain, kinerja merupakan  tingkat pencapaian tujuan organisasi Pemerintahan Daerah. Jadi untuk menentukan kinerja Pemerintahan Daerah dapat dilihat dari bagaimana tampilannya dalam mewujudkan hasil dan seberapa besar hasil dapat dicapai sesuai dengan target yang telah ditentukan. 
Kata kunci : Corak Budaya, Birokrasi, Pelayanan Publik 

E-Book: Buku Berseri dari Guru Mulia Al Habib Munzir Al Musawa

Download e-book:
1. Kenali Aqidahmu
    http://www.4shared.com/office/E_AjeDjBba/kenalilahaqidahmu.html
2. Meniti Kesempurnaan Iman (Sanggahan Terhadap Buku Benteng Tauhid Syeikh Abdul bin Baz-         Wahabi)
    http://www.4shared.com/office/PBwX_EZ5ba/meniti_kesempurnaan_iman__sang.html

E-Book: Riwayat Hidup dan Perjuangan PROF. KH. SAIFUDDIN ZUHRI

Riwayat Hidup dan Perjuangan
PROF. KH. SAIFUDDIN ZUHRI
Ulama Pejuang Kemerdekaan


Prof. KH. Saifuddin Zuhri (1919­1986) selain dikenal sebagai Menteri Agama juga dikenal sebagai seorang wartawan, pejuang, politisi, dan ulama. Hampir seluruh hidupnya didedikasikan untuk negara dan bangsanya melalui berbagai medan dan media. Sejak usia muda dia sudah berproses dan terlibat menjadi bagian tak terpisahkan bersama­sama bangsanya. Memang, Republik ini didirikan oleh orang­orang muda. Budi Utomo didirikan oleh orang-­orang berusia antara 18­23 tahun. Dan Prof. KH. Saifuddin Zuhri berada ...

Minggu, 04 Desember 2016

E-Book: Psikologi Anak Pendidikan


Buku menarik untuk layak dibaca mengenai tumbuh kembang anak. Bahkan buku ini juga memecah anak laki-laki dengan anak perempuan, sehingga tidak ada penyamaan dalam perlakuan.
http://www.4shared.com/office/FRC5MKLtba/Psikologi_Anak_Pendidikan.html

E-Book: Peninggalan Masa Lampau Yang Misterius dan UFO


BAB I: SUATU TANTANGAN BAGI ILMU PENGETAHUAN
Di Perancis, di Amerika Serikat, di Inggris, di India, dan di manapun juga di muka bumi ini, orang telah melihat adanya benda-benda luar angkasa, yang dalam bahasa asingnya disebut “Unidentified Flying Objects” (=benda-benda tak dikenal, yang berterbangan di angkasa luar), atau disingkat UFO s; ribuan, atau mungkin ratusan ribu, bentuk akibat cahaya-aneh dan pisin atau piring di angkasa, telah dilihat oleh manusia.

Hanya sedikit sajalah pengamatan, yang dapat diuraikan secara jelas dan teliti, seperti yang dilakukan oleh seorang dokter di New York mengenai apa yang telah dia lihat bersama keluarganya. Apa yang telah dia lihat bersama keluarganya itu, terjadi pada tanggal 11 April 1964, pada jam 18.30 (malam hari), dan berlangsung selama tidak kurang dari 45 menit.

Kita akan mengutip uraiannya secara penuh dengan menekankan, bahwa penyaksian itu bukanlah berasal dari surat kabar ataupun dari orang ketiga. Apa yang akan kita kemukakan, merupakan laporan resmi dari si dokter itu sendiri kepada instansi-instansi pemerintah.

http://www.4shared.com/office/XzK13S0xce/Peninggalan_Masa_Lampau_yang_M.html

E-Book: Menyingkap Tabir Fasisme


Ini merupakan buku bagus karya Harun Yahya yang diterbitkan oleh dzikra. Buku ini memuat tentang Asal-Usul Mentalitas Fasis pada bab 1 nya, lalu ditulis pula kaitan antara fasis dengan kemunculan Teori Darwinisme termasuk kebangkitan-kebangkitan Neo-fasisme.
Silahkan download di:
http://www.4shared.com/office/PGugZ-42ba/menyingkap_tabir_fasisme.html

Rabu, 30 November 2016

Artikel: Kelas Baru, Teman Baru

Nama Rubrik : Dunia Anak
Tema Rubrik : dunia anak-anak
Judul : Kelas Baru, Teman Baru
Pengasuh         : Dewi Mustika, S.Pd
Jabatan : Pengajar SDIT Nurul Akbar Klaten

Majalah Pena NU Care - LazisNU Klaten,
edisi September 2015

Kelas Baru, Teman Baru

Assamu’alaikum Wr Wb
Bunda dan Ayah yang saya hormati. Senang pastinya jika saat ini anak-anak Anda naik kelas ataupun mendapatkan sekolahan baru. Karena tahun ajaran baru memang identik dengan kenaikan kelas atau sekolah baru. Bagi kalian yang memasuki sekolah baru tentu akan mendapatkan teman baru. Tapi untuk yang naik kelas juga tidak kalah pentingnya untuk menambah teman yang lebih banyak. Diantara usia 5 sampai 12 tahun, berteman merupakan salah satu bagian terpenting di masa pertengahan kanak-kanak. Sebuah ketrampilan sosial yang akan terus melekat di sepanjang hidupnya. Secara perkembangan, anak-anak usia sekolah sudah siap untuk membentuk hubungan yang lebih kompleks. Mereka mulai mampu mengkomunikasikan baik perasaan maupun pikirannya. Di usia ini mereka tidak lagi harus terus bersama keluarga atau mementingkan diri sendiri, tetapi mulai mengandalkan teman sebaya untuk bersahabat, menghabiskan lebih banyak waktu dengan teman-teman dibandingkan ketika mereka masih berada di usia pra sekolah. Hari demi hari mereka lewati dengan saling berbagi kesenangan dan kesusahan.

Download di

Book: Ratu Adil, Kuasa dan Pemberontakan di Nusantara

Download saja, gratis Book: Ratu Adil, Kuasa dan Pemberontakan di Nusantara
http://www.4shared.com/office/X2msF_zcba/ratu-adil-kuasa-pemberontakan-.html?

Rabu, 23 November 2016

Jurnal: GAMBARAN PERILAKU CYBERSEX PADA REMAJA PELAKU CYBERSEX DI KOTA MEDAN

GAMBARAN PERILAKU CYBERSEX PADA REMAJA PELAKU CYBERSEX DI KOTA MEDAN 
Noni Novika Sari Ridhoi Meilona Purba
Psikologia-online, 2012, Vol. 7, No. 2, hal. 62-73 

ABSTRAK 
Di dalam penelitian ini, kami mengeksplorasi gambaran perilaku cybersex pada remaja di kota Medan. Partisipan di dalam penelitian ini merupakan individu yang mengaku pernah melakukan kegiatan cybersex. Mereka kami rekruit secara insidental di beberapa warung internet (warnet) yang berlokasi di sekitar areal persekolahan dan universitas di kota Medan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 67% remaja yang melakukan aktivitas cybersex melakukan aktivitas tersebut dalam rangka rekreasi (recreational users), 29% merupakan pengguna beresiko (at risk users), dan hanya 4% merupakan pengguna kompulsif (sexual compulsive users). Penelitian ini juga menemukan bahwa alasan utama para remaja pelaku cybersex melakukan aktivitas cybersex adalah: (1) kemudahan dalam mengakses atau memperoleh materi seksual, (2) keterjagaan privasi, (3) dan kebebasan dalam mengekspresikan fantasi seksual.  
Kata kunci: Cybersex; recreational users; at risk users; sexual compulsive users; remaja 

Download:

Jurnal: REFLEKSI TERHADAP MAKNA KEADILAN SEBAGAI FAIRNESS MENURUT JOHN RAWLS DALAM PERSPEKTIF KEINDONESIAAN

REFLEKSI TERHADAP MAKNA KEADILAN SEBAGAI FAIRNESS 
MENURUT JOHN RAWLS DALAM PERSPEKTIF KEINDONESIAAN

Fadhilah
Jurnal Madani Edisi II/Nopember 2007

Abstrak 

Tujuan penulisan ini adalah untukmenambah referensi dan khasanah dalam kajian filsafat sosial politik melalui metode pendekatan filosofis, khususnya filsafat Pancasila danEtika Pemerintahan. Keadilan mengandung nilai moral universal yang merupakan hak dan kebutuhan dasar manusia di seluruh dunia, begitupun dengan bangsa Indonesia, keadilan sosial adalah cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alenia keempat. Namun dalam penerapan nilai keadilan yang bersifat universal, terdapat beberapa prinsip keadilan yang berbeda antara paham yang satu dengan paham lainnya. Di antara paham tentang keadilan yang ada, John Rawls menjelaskan konsep “keadilan sebagai fairness” dalam refleksi filosofis dan analisa menurut konteks ke-Indonesiaan. Dia menyimpulkan konsep keadilan sebagai keadilan sosial dengan prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kata Kunci:Keadilan, Keadilan Sosial

Download:

Jurnal: Hukum dan Keadilan Sosial dalam Perspektif Hukum Ketatanegaraan

Hukum dan Keadilan Sosial dalam Perspektif Hukum Ketatanegaraan 
Law and Social Justice in Constitutional Law Perspective 
Ahmad Fadlil Sumadi 
Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung Semarang 
Jl. Raya Kaligawe KM. 4, Semarang Jawa Tengah 50112 fadlilsumadi@yahoo.co.id 
Jurnal Konstitusi, Volume 12, Nomor 4, Desember 2015850

Abstrak 
Hukum dalam pembahasan ini adalah hukum yang sengaja dibentuk (by designed) oleh negara, bukan hukum yang terjadi secara alamiah di dalam masyarakat, yang merupakan kristalisasi dari pergaulan antar manusia dalam masyarakat sebagai subjek hukum. Hukum dikenal dengan hukum kebiasaan atau hukum adat dan yang kedua merupakan hukum agama, khususnya agama Islam dengan hukum Islamnya. Proses terbentuknya hukum kebiasaan atau hukum adat bersifat dari bawah ke atas (bottom-up) sedangkan proses terbentuknya hukum Islam bersifat dari atas ke bawah (top-down). Sama dengan sifat dari proses terbentuknya hukum Islam adalah hukum yang dimaksud dalam pembahasan ini, yaitu hukum yang disebut dengan perundang-undangan negara, atau yang lazim juga dikenal dengan sebutan peraturan perundang-undangan. Hanya bedanya, untuk hukum Islam pembentuknya adalah Tuhan, Allah SWT, sedangkan untuk hukum perundang-undangan pembentuknya adalah suatu lembaga negara yang fungsi utamanya sebagai pembentuk hukum (legislative power). Peraturan perundang-undangan, memiliki kait mengait dengan kemanusiaan dan keadilan, baik dalam pembentukan, pelaksanaan, dan penegakan hukum. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan merunut sejak dari pembentukan negara, khususnya Indonesia, karena hukum tersebut merupakan salah satu dari implementasi fungsi negara. Negara dibentuk atas dasar motivasi terkait dengan kemanusiaan dan keadilan, sehingga tujuan dan dasarnya juga terkait dengan kemanusiaan dan keadilan. Negara dan hukum merupakan instrumen kemanusiaan dan keadilan, oleh karenanya bernegara dan berhukum mesti mengaitkannya dengan kemanusiaan dan keadilan dan oleh karenanya pula tidakkah sudah cukup dalam perspektif instrumental tersebut, negara dan hukum itu sendiri tanpa kemanusiaan dan keadilan dalam melayani masyarakat.
Kata Kunci: .....

Download